ARTIKEL

Mengenal dan Mencegah Novel Coronavirus COVID-19

2020/03/24 13:21:21
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang pasien AS yang terinfeksi. Para ahli menambahkan gambar agar lebih tampak

Menurut Rocky Mountain Laboratories (RML) di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Montana, AS, mengungkap beberapa gambar pertama Covid-19.

Covid-19 mirip dengan virus corona sindrom pernapasan Timur Tengah ( MERS-CoV) yang muncul pada 2012 dan virus corona sindrom pernapasan akut ( SARS-CoV) yang muncul pada 2002. Penampakan yang mirip itu karena ketiga virus tersebut berasal dari keluarga yang sama, yakni virus corona atau coronavirus. Nama ini berasal dari bentuk virus yang menyerupai mahkota. Kata corona dalam bahasa Latin berarti mahkota.

Novel Carona Virus (COVID) - 19 merupakan keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS-CoV dan Sindrom SARS-CoV . COVID -19 yaitu virus jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia COVID-19 merupakan zoonosis yang berarti virus tersebut pertama kali berkembang pada sebelum berkembang pada manusia.

Penyebaran COVID-19 pertama kali terjadi di Wuhan,Provinsi Hubei ,China yang mayoritas penduduknyamemiliki hubungan dengan makanan laut dan pasar hewan hidup, dugaan awal ada indikasi penyebaran dari hewan hidup,dugaan awal ada indikasi penyebaran dari hewan ke orang.Kemudian mulai banyak pasien yang terinfeksi namun tidak memiliki paparan ke pasar hewan sehingga menunjukkan penyebaran dari orang ke orang.

Kelompok yang rentan terserang virus adalah : bayi,balita,lansia, orang dengan penyakit (HIV/AIDS,TB,Diabetes,Pnemonial,dll, serta orang dengan kondisi tubuh tidak fit.Sehingga apabila kelompok tersebut terserang Covid-19 akan berpotensi menimbulkan kematian. Angka kematian sekita 2-3 % rata-rata kematian dari kelompok rawan tersebut.

Penderita positif Covid-19 dapat sembuh dengan menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.Orang yang pernah sakit kemudian sembuh, maka dalam tubuhnya sudah terbentuk anti body/kekebalan terhadap Covid-19.
Sifat/Karakteristik COVID-19 yaitu :
  1. Penularan tidak melalui udara,tapi melalui droplet (semburan cairan) yang dikeluarkan manusia ketika batuk.
  2. Virus sering menyerang/menempel di saluran pernapasan atas (pneumonia)
  3. Diluar tubuh manusia,virus dapat bertahan hingga 24 jam.
  4. Masa inkubasi (masukan virus sampai timbul gejala) COVID -19 sekitar 14 hari penderita dengan gejala yang telah muncul merupakan sumber penularan virus yangpaling efektif.Pada bebberapa penularan terjadi sebelum orang menunjukkan gejala,meskipun bukan sebagai cara utama penyebaran virus.
  5. Riwayat gejala umumhari pertama bersin-bersin hari ke dua pilekdan abtuk, hari ketiga mulai demam hingga hari ke
  6. Jika tubuh dalam kondisi fit, amka di hari ke tujuh secara alami tubuh mulai mengeluarkan antibody,antibody terus bekerja hingga puncaknyadi hari ke empat belas .Dihari keempat belas inilah antibody bekerja maksimal.Antobody mulai menurunmulai hari ke lima belas hingga hari ke dua puluh satu.Jika setelah dua puluh satu harikondisi penderita semakin membaik, itu menunjukkan bahwa antibody bekerja dengan baik, penderita dipastikan menuju kesembuhan.
  7. Virus bias mati karena sinar matahari ,alkoholpelarut lemak(sabun) dan antiseptic lainnya.
  8. Virus Covid 19 dapat menyerang semua umur
  9. sama halnya dengan penyakit flu, daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah dampak buruk COVID-19 dalam tubuh.
Adapun tips-tips yang diklaim berasal dari UNICEF itu adalah sebagai berikut:Menurut UNICEF:
  1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.
  2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.
  3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.
  4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingga mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.
  5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan sterilizer berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.
  6. Apabila berada di udara bersuhu 26-27 derajat Celcius, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas. Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan. Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting. Karawang malem aja nyampe suhu 28 derajat Celcius (insyaAllah aman).
  7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak-Jw) dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.
  8. Dan jangan lupa selalu berdoa agar dijauhkan dari penyakit-penyakit yang berbahaya lainya.
Virus Karona dapat hidup di tangan kita selama 10 menit, jadi simpanlah sterilizer beralkohol di dalam kantong kita untuk tindakan pencegahan

Gejala Terinfeksi COVID-19
  • Demam
  • Gangguan pernapasan
  • Batuk Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Letih dan lesu
Cara penyebaran COVID-19
1. Manusia ke manusia
  • Kontak erat antar individu (berciuman,bersalaman,berganti alat makan,handuk,dll)
  • Melalui droplet( semburan caitan) yang dikeluarkan melalui batukdan bersin.Droplet tersebut dapat masuk ke mulut, hidungdan mata orang yang berada di dekatnya

2. Dari benda yang terkontaminasi. Seseorang bisa terinfeksi COVID-19 dengan menyentuh benda yang terkontaminasivirus dan kemudian orangtersebut menyentuh wajah,mulut,hidung dan mata.
Contoh benda-benda yang sering disentuh: gagang pintu,pegangan escalator,pegangan ankutan umum,pagar pengaman di mall,telpon umum,keyboard ATM,Troly,tombol Lift,Uang,tempat duduk umum,dll.

Adapun Kunci Utama Pencegahan Dini ada dua yaitu :
1. Menjaga daya tahan tubuh
  • Mengkonsumsi makanan bergizi (perbanyak makan sayur,buah,ikan dan lauk perprotein lainnya)
  • Olah raga rutin dan minum yang cukup
  • Istirahat cukup
  • Mengkonsumsiherbal yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, seperti:jahe,temulawak,kunyitdan rempah-rempah lainnya.
  • Mengkonsumsi multivitamin
2. Upayakan tidak terpapar COVID-19
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir(sebelum makan atau menyuapi anak,setelah menyentuh benda-benda yang sering dipegang orang banyak, setelah menyentuh orang/binatang sakit)
  • Waspadalah terhadap benda-benda di tempat umumyang sering disentuh/dipegang orang, karena COVID-19 dapat bertahan 24 jam di permukaan benda mati tersebut.
  • aga jarak terhadap orang yang batuk,bersin. Jarak aman adalah 1 – 2 meter.
  • Menghindari menyentuh wajah,mata,hidung dan mulut.
  • Tidak berbagi:sikat gigi,makanan,alat makan(piring,sendok,gelas), handuk.
  • Untuk sementara, hindari tempat-tempat umumatau acara yang ramai dan tempat berkerumunbanyak orang, karena kita tidak tahu siapa yang sakit
  • Membawa hand sanitizer atau tisu basah (usahakan yang mengandung alcohol) ketika berpergian
  • Menutup mulut dan hidung dengan lengan atas atau tisu ketika batuk atau bersin.Kemudian segera buang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah
  • Tidak mengkonsumsi daging hewan yang masih mentah atau belum matang
  • Hindari kontak dengan orang atau hewan yang sakit
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Pemakaian masker bagi orang sehat hanya berfungsi mencegah virus masuk melalui mulut dan hidung saat orang sakit bersin atau batuk didekat kita,tetapi tidak melindungi mata kita
  • Segera periksakan diri setelah pulang dari negara yang terjangkit COVID -19
  • Jika mengalami demam,batuk,sesak napas agar memakai masker dan segera kedokter atau fasilitas pelayanan kesehatan. Apabila suhu tubuh sampai 38 derajat perlu diwaspadai.

Lindungi Diri dan Sesama

Langkah Penting yang harus diketahui :
1. Cara Mengurangi Resiko
Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir adalah pertahanan pertama dari virus Corona. Di samping itu, ada cara-cara lain yang harus Anda ketahui untuk melindungi diri dan orang lain. Dapatkan panduan terbaru dari para ahli.

Cara terbaik mencegah adalah tidak terpapar virus corona. Kebanyakan orang tertular langsung akibat menghirup percikan batuk atau napas orang sakit. Orang juga bisa tertular virus karena menyentuh permukaan benda yang tercemar percikan batuk atau napas orang sakit. Para ahli mengatakan virus corona dapat hidup di permukaan benda selama beberapa jam sampai beberapa hari dan karena itu, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir menjadi sangat penting.

Tips Kebersihan
  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan ingatkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun secara benar. (Gunakan cara mudah mengukur durasi 20 detik, semisal menyanyi lagu Selamat Ulang Tahun 2x)
  2. Cuci tangan pakai sabun saat tiba di rumah, tempat kerja atau sekolah, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet.
  3. Gunakan cairan pembersih tangan (minimal 60% alkohol) bila sabun dan air mengalir tidak tersedia
  4. Tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin atau gunakan tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan.
  5. Jaga jarak paling sedikit 1 meter dengan orang. Jangan berada dekat orang yang tidak sehat
  6. Hindari menyentuh wajah karena mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus.
Kurangi Kontak Langsung (Social Distancing)
Ketika orang-orang yang sakit COVID-19 tengah diisolasi tapi menyebarkan virus corona secara cepat ke wilayahnya melalui kontak jarak dekat, maka pola itu disebut sebagai penularan komunitas (community transmission). Semakin meluas penularan komunitas yang terjadi, maka tindakan tambahan perlu dilakukan, yaitu mengurangi kontak antara satu warga dengan warga lain di wilayah itu (social distancing atau di sini akan disebut sebagai mengurangi kontak antarwarga).

Ajang yang mendatangkan keramaian seperti pertandingan bola, konser musik, acara keagamaan dan pertemuan besar sudah ditunda di mana-mana, di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain.
Termasuk tindakan mengurangi kontak antarwarga adalah mengurangi kegiatan penyuluhan di tempat umum, menutup sekolah dan mengurangi penggunaan transportasi umum yang tidak penting.

Tindakan mengurangi kontak antarwarga dapat ditingkatkan ke tahap yang lebih tinggi dengan pertimbangan penyebaran yang semakin meluas dan dengan mempertimbangkan antara efektivitas dan dampaknya pada masyarakat. Bila penyebaran virus terjadi di lokasi tertentu, tindakan mengurangi kontak antarwarga pertama-tama dilakukan di lokasi-lokasi tersebut dan tidak langsung di tingkat nasional.

Berikut panduan para ahli :
1. Hindari pertemuan besar (lebih dari 10 orang
2. Jangan pergi ke sarana kesehatan kecuali diperlukan. Bila Anda memiliki anggota keluarga atau kawan dirawat di rumah sakit, batasi pengunjung – terutama bila mereka anak-anak atau kelompok risiko tinggi (lanjut usia dan orang dengan penyakit yang dapat memperberat, misalnya gangguan jantung, diabetes dan penyakit kronis lainnya)
  • Orang berisiko tinggi sebaiknya tetap di rumah dan menghindari pertemuan atau kegiatan lain yang dapat membuatnya terpapar virus, termasuk melakukan perjalanan
  • Beri dukungan pada anggota keluarga (yang tidak tinggal di rumah Anda) ataupun tetangga yang terinfeksi tanpa harus bertemu langsung, misalnya melalui telepon ataupun WA.
  • Ikuti panduan resmi di wilayah Anda yang bisa saja merubah rutinitas termasuk kegiatan sekolah atau pekerjaan
  • Ikuti perkembangan informasi karena situasi dapat berubah dengan cepat sesuai perkembangan penyakit dan penyebarannya.
  • Ingat bahwa bila setiap orang melakukan apa yang harus dilakukan, kita semua dapat melalui ini semua dan kembali ke kehidupan normal.
  • Jika Anda mengalami gejala-gejala infeksi virus corona (COVID-19) buka tautan ini ke Sakit? Ambil tindakan

2. Cari Informasi Yang Benar
Virus Corona adalah penyakit baru dan para ahli masih terus meneliti sejauh mana keganasan dan tingkat penyebarannya. Informasi berubah cepat dan banyak informasi menyesatkan beredar di masyarakat. Ikuti selalu informasi terbaru dari para ahli yang kredibel.

Semua orang harus berusaha mengikuti informasi perkembangan tentang penyakit virus corona COVID-19. Virus ini telah menyebar ke lebih dari 110 negara sejak Desember 2019. Negara-negara yang memiliki banyak kasus telah mengeluarkan regulasi-regulasi baru untuk menghentikan penyebaran virus dan mengatasi KLB (Kejadian Luar Biasa). Penting untuk terus mengikuti pemberitaan terbaru COVID-19 dan jangan terperangkap dalam berita hoax atau informasi yang salah. Anda dapat menyebar informasi yang bermafaat pada keluarga dan tetangga. Dengan media sosial dan aplikasi komunikasi seperti Whatsapp kita dapat tetap berkomunikasi dengan orang tercinta yang tinggal di wilayah berbeda.

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru dan para ahli di Indonesia dan global masih terus meneliti sejauh mana keganasan dan tingkat penyebarannya. Informasi berubah cepat dan banyak informasi salah beredar di masyarakat, terlebih lagi di media sosial. Ikuti selalu informasi terbaru dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Adapun yang muda terkena VOVID-19 adalah :
a. Orang yang berisiko
b. Orang Tua
c. Ibu Hamil
d. Guru dan siswa
e. Tokoh Agama dan Masyarakat
f. Media
g. Tenaga Kesehatan
h. Pegusaha dan Bisnis
i. Melakukan Perjalanan

3. Apa Yang perlu dilakukan bila sakit
Gejala utama infeksi virus corona adalah demam, batuk dan sesak napas. Kelompok lansia (lanjut usia) dan orang dengan penyakit menahun (kronis) memiliki risiko lebih tinggi. Ketahui apa yang perlu dilakukan saat mengalami 3 gejala itu.

Ada banyak tipe virus corona yang dapat menginfeksi manusia, termasuk yang menyebabkan sakit pada saluran pernapasan. Virus corona (COVID-19) adalah penyakit baru, yang disebabkan virus corona yang baru yang sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia.

Gejala utama adalah demam, rasa lelah dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.

Namun bila mengalaminya, tidak berarti Anda terkena virus corona karena gejala-gejala itu mirip dengan flu biasa. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona akhirnya sembuh. Kelompok lansia (lanjut usia) dan mereka yang memiliki masalah kesehatan memiliki risiko yang lebih besar. Segera kontak sarana kesehatan untuk konsultasikan lebih lanjut.

  • Kelompok lansia (lanjut usia) dan orang dengan masalah kesehatan menahun (kronis) seperti penyakit jantung, diabetes dan penyakit paru berisiko mengalami sakit yang serius.
  • Jika Anda merasa tidak sehat, demam, lelah dan batuk kering, istirahatlah yang cukup di rumah dan cukup minum. Bila keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota rumah tangga lainnya
  • Pada saat berobat ke fasilitas layanan kesehatan gunakan masker. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup.
Di fasilitas layanan kesehatan
  • Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect. Jika memenuhi kriteria suspek virus corona (COVID-19), Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap menanganani COVID-19.
  • Jika tidak memenuhi kriteria suspek, Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter.
  • Jika Anda Sehat, namun jika dalam 14 hari terakhir Anda melakukan perjalanan ke negara terjangkit COVID-19 atau merasa pernah kontak dengan penderita:
Segera Hubungi Hotline Center Corona 119 ext 9

Saat KLB (Kejadian Luar Biasa) semua orang ingin melakukan sesuatu yang membuat diri dan keluarganya aman dan terlindungi. Menggunakan masker terkesan logis dan naluriah untuk melindungi diri namun para ahli menemukan bahwa kebanyakan orang tidak memahami cara menggunakan masker yang benar dan secara tidak sengaja dapat mencemari dirinya karena menyentuh bagian luar masker saat melepas dan menyentuh wajah setelahnya atau tidak membuang masker secara benar.
WHO menyarankan penggunaan masker yang rasional untuk menghindari kesia-siaan sumber daya yang berharga dan penggunaan masker yang keliru.
  • Gunakan masker bila batuk atau bersin-bersin
  • Masker hanya efektif bila dikombinasikan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (min alkohol 60%)
  • Bila menggunakan masker, maka gunakan secara benar dan membuangnya secara benar pula.

Memakai masker yang tepat
Masker digunakan oleh orang yang batuk atau bersin atau sedang merawat suspek COVID-19. WHO memberikan panduan sbb.
  • Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%)
  • Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan. Bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%)
  • Ganti masker yag basah dengan masker baru dan jangan gunakan kembali masker yang sudah dipakai
  • Untuk membuka masker: lepaskan dari belakang. Jangan sentuh bagian depan masker; buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik; cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).
Yang perlu diperhatikan
  • Tidak perlu panik dan berlebihan tapi tetap waspada
  • Jangan saling menyalahkan, bantulah apa yang bisa dilakukan
  • Jika kita mempunyai kemampuan sumber daya untuk membantu, maka bantulah orang lain, walaupun kadang menyakitkan
  • Jika tidak bisa/tidak mau membantu cukup diam saja dan jangan membuat stetment yang tidak perlu dan meresahkan
  • Masalah akan cepat terselesaikan dengan gotong royong/partisipasi semua pihak
  • Orang yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk kepentingan pribadi tidak baik.
  • Berdoalah menurut agama masing-masing dan minta pertolongan dari Tuhan.












Sumber Data :
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • UNICEF
  • covid19.go.id
  • https://sains.kompas.com/read/2020/02/14/105014823/gambar-virus-corona-wuhan-covid-19-dirilis-begini-penampakannya.
  • Penulis : Gloria Setyvani Putri
  • Editor : Gloria Setyvani Putri

 

ARTIKEL

Idealnya dalam sebuah keluarga bagaimana pengasuhan yang diberikan orangtua akan membentuk anak-anaknya dan sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan sang ...
2020/07/21 15:19:17 Baca
Pada masa pandemi sekarang ini tentunya membawa tantangan tersendiri bagi seorang perempuan khususnya yang sudah berumah tangga ...
2020/04/29 04:24:23 Baca
Dalam proses pemberdayaan perempuan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pekerja sosial memegang peran penting dalam menyelesaikan masalah yang dialami ...
2020/04/28 07:46:24 Baca
Dengan adanya momen Kalteng Trade Expo yang dilaksanakan pada tgl 7 s.d 11 Maret 2020 di Area Pameran Temanggung ...
2020/03/24 15:08:54 Baca
Covid-19 mirip dengan virus corona sindrom pernapasan Timur Tengah ( MERS-CoV) yang muncul pada 2012 dan virus corona sindrom ...
2020/03/24 13:21:21 Baca